N

Dusun Nglarangan

Magelang, Jawa Tengah

BerandaProfilePotensi DesaPeta Wilayah
N

Dusun Nglarangan

Desa Banyusidi, Kec. Pakis, Kab. Magelang

Dusun yang asri dan berkembang di lereng Gunung Merbabu. Bersama membangun dusun yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Kontak

Telepon

082265230258

© 2026 Dusun Nglarangan. All rights reserved.

← Kembali ke Berita

Tradisi Nyadran: Warisan Budaya Menjelang Ramadan

15 Januari 2025

Tradisi Nyadran: Warisan Budaya Menjelang Ramadan

Masyarakat Magelang, termasuk di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, rutin menggelar tradisi Nyadran setiap menjelang bulan Ramadan (bulan Sya'ban dalam kalender Hijriah).

Tradisi Nyadran berasal dari kata Sanskerta "sraddha" yang berarti keyakinan. Awalnya berakar dari kepercayaan Hindu-Buddha, tradisi ini mengalami akulturasi dengan ajaran Islam melalui Wali Songo yang mengisinya dengan nilai-nilai Islam seperti pembacaan Al-Qur'an, tahlil, dan doa.

Inti dari Nyadran adalah mendoakan arwah leluhur, membersihkan makam (besik), dan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini juga menjadi simbol pembersihan diri sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Pelaksanaan Nyadran dimulai dengan membersihkan makam leluhur secara gotong royong, dilanjutkan dengan ziarah kubur untuk mendoakan keluarga dan kerabat yang telah meninggal. Setelah itu, masyarakat membuat makanan atau "ambengan" yang disantap bersama-sama di tanah lapang.

Tradisi ini sering dimeriahkan dengan kesenian daerah seperti Jatilan dan Topeng Ireng, menciptakan suasana kebersamaan yang khas.

Nyadran bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga ruang sosial yang memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Sumber: Antara News, Kompasiana, Pemerintah Kota Magelang