Profile Dusun Nglarangan
Mengenal lebih dekat Dusun Nglarangan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis
Sejarah Dusun
Dusun Nglarangan merupakan salah satu dusun di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Desa Banyusidi sendiri adalah 1 dari 20 desa di Kecamatan Pakis yang terletak di lereng barat Gunung Merbabu.
Terletak pada ketinggian sekitar 800 mdpl, dusun ini memiliki udara sejuk khas pegunungan dan tanah vulkanik yang subur. Masyarakat dusun dikenal dengan semangat gotong royong yang tinggi serta menjaga tradisi leluhur yang diwariskan turun-temurun.
Sebagai bagian dari Desa Banyusidi, warga dusun sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani sayur-mayur dan bunga mawar yang menjadi komoditas unggulan Kecamatan Pakis.
Visi Dusun
"Terwujudnya Dusun Nglarangan yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera Berlandaskan Nilai-nilai Religius dan Gotong Royong"
Misi Dusun
- 1Meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga dusun melalui pendidikan dan pelatihan
- 2Mengembangkan ekonomi dusun berbasis pertanian hortikultura dan UMKM lokal
- 3Meningkatkan infrastruktur jalan dusun dan fasilitas umum
- 4Melestarikan nilai-nilai budaya lokal dan kebersamaan masyarakat dusun
- 5Mewujudkan tata kelola dusun yang transparan dan partisipatif
Data Wilayah
Ketinggian
~800 mdpl
Lereng barat Gunung Merbabu
Luas Kecamatan
69,56 km²
Kecamatan Pakis
Populasi Kecamatan
54.666 Jiwa
Sensus Penduduk 2020
Jumlah Desa
20 Desa
Di Kecamatan Pakis
Batas Wilayah Kecamatan Pakis
Utara
: Kec. Grabag & Ngablak
Selatan
: Kec. Sawangan
Timur
: Kec. Getasan (Kab. Semarang)
Barat
: Kec. Candimulyo & Tegalrejo
ℹ️ Informasi Administratif
Desa: Banyusidi
Kecamatan: Pakis
Kabupaten: Magelang
Provinsi: Jawa Tengah
Kode Pos: 56193
Kode Kemendagri: 33.08.16.2002
Koordinat: -7.46417°S, 110.32972°E
🎭 Warisan Budaya
Tradisi Nyadran

Nyadran adalah tradisi adat masyarakat Jawa, khususnya di Magelang, yang dilakukan menjelang bulan Ramadan (bulan Sya'ban dalam kalender Hijriah) sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur.
Kata "Nyadran" berasal dari bahasa Sanskerta "sraddha" yang berarti keyakinan. Tradisi ini mengalami akulturasi dengan ajaran Islam melalui Wali Songo, menciptakan perpaduan harmonis antara kepercayaan leluhur dan nilai-nilai Islam.
Rangkaian Acara:
- • Membersihkan makam leluhur (besik)
- • Ziarah kubur dan doa bersama
- • Membuat dan menyantap ambengan bersama
- • Pertunjukan kesenian daerah (Jatilan, Topeng Ireng)
Tradisi turun-temurun masyarakat lereng Merbabu
🌿 Nilai Kearifan Lokal
Tradisi Nyadran mengajarkan nilai-nilai luhur seperti pembersihan diri sebelum memasuki bulan suci, solidaritas warga melalui gotong royong, dan kerukunan antarumat beragama. Lebih dari sekadar ritual, Nyadran adalah simbol kebersamaan yang memperkuat ikatan sosial tanpa memandang perbedaan latar belakang.
🎭 Kesenian Tradisional
Warok & Reog Ponorogo
Kesenian dari Jawa Timur yang kini berkembang di Dusun Nglarangan

Apa itu Warok?
Warok adalah tokoh sentral dalam kesenian Reog Ponorogo yang berasal dari Jawa Timur. Warok melambangkan kebijaksanaan, kekuatan moral, dan kekuatan spiritual. Secara tradisional, Warok dipercaya memiliki energi batin yang kuat dan berperan sebagai pelindung pertunjukan dan masyarakat. Dalam pertunjukan Reog, Warok adalah penari utama yang mengenakan topeng Singo Barong — topeng kepala singa raksasa dengan hiasan bulu merak yang beratnya bisa mencapai 30-50 kg. Topeng ini diangkat hanya dengan kekuatan gigi!
Warok di Dusun Nglarangan:
Menurut Kepala Dusun, kesenian Warok dan Reog kini sedang ramai dikembangkan di Dusun Nglarangan. Kesenian ini dibawa dari Jawa Timur (Ponorogo) dan diadaptasi oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari pelestarian budaya Jawa.
🦁 Tokoh dalam Reog
- Warok - Penari utama pembawa topeng Singo Barong
- Klono Sewandono - Raja Ponorogo dengan tarian gagah
- Bujang Ganong - Penari bertopeng merah dengan gerakan akrobatik
- Jathil - Penari berkuda anyaman bambu
📜 Sejarah Singkat
Reog Ponorogo berasal dari abad ke-15, konon diciptakan sebagai sindiran terhadap pemerintahan Kerajaan Majapahit yang lemah. Singa melambangkan raja, sedangkan merak melambangkan permaisuri yang terlalu dominan. Pada 2024, Reog Ponorogo resmi diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
🎉 Info: Pertunjukan Warok dan Reog di Dusun Nglarangan biasanya digelar pada acara-acara khusus seperti perayaan kemerdekaan, hajatan warga, dan festival budaya desa.
Struktur Kepemimpinan Dusun
Kepala Dusun (Kadus)
Bapak Bathi Susanto
Kepala Dusun Nglarangan
📋 Struktur Administratif
Dusun:Nglarangan (1 dari 5 dusun di Desa Banyusidi)
RT:3-4 RT (Rukun Tetangga)
RW:1 RW (Rukun Warga)
Ketua RT 01
Bapak Parnen
Ketua RT 02
Bapak Pawit Suyono
Ketua RT 03
Bapak Ngadil
Ketua RW
Bapak Seger
ℹ️ Catatan
Kepala Dusun (Kadus) bertanggung jawab kepada Kepala Desa Banyusidi. Struktur ini merupakan bagian dari sistem pemerintahan desa di Indonesia dimana Dusun adalah unit administratif di bawah Desa.